Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

About

Selasa, 07 Juli 2015

FF Kai EXO "Ludos" Chapter 2

Title : Ludos (Chapter 2)
Author : thebaroness
Main Cast : Kai, You
Other Cast : Kris, EXO
Genre : Fluff, Hurt

Rating : Teen
Violet

Segera setelah kelas terakhir selesai, Kim dan Amy lansung berlari ke mejaku. Aku tahu apa yang akan mereka lakukan, memaksaku ikut pendaftaran klub salah satu dari mereka.

"Ayolah V, kau bagus dalam Matematika." Kim berbicara.

"Ya benar."

"Oke oke, cepat kita lewati semua drama dan akuilah untuk sekali ini saja kalau V punya 'sesuatu' untuk dance, jadi bisa kita berangkat sekarang?" Amy mencoba meyakinkanku. Aku menatapnya, berpikir kata-katanya ada benarnya juga. Aku selalu suka dance, ku merasa itu jalan mengekspresikan diriku. Tentu saja aku tidak pernah mengikuti kelas dance, karena orangtuaku berpikir itu hanyalah buang-buang waktu. Tapi melihat pilihan ada ditanganku sekarang, kurasa dance terdengar lebih baik daripada Matematika. Bukan berarti tidak ada klub lain yang bisa aku ikuti, hanya saja aku akan lebih suka jika aku bisa bersama salah satu dari sahabatku. Ku hembuskan napas, tahu Amy akan berteriak kemenangan.

"Kurasa aku lebih memilih dance." Kataku lambat.

"Yeay!" dan aku benar, Amy berteriak.


Saat kami sampai di studio dance, aku harus akui ini terasa mengintimidasi. Hampir semua junior yang mendaftar adalah cowok dan kebanyakan cowok-cowok temanku dari SMP. Well, aku tidak memberikan memori bagus pada mereka, karena aku agak tomboy, aku mempunyai masalah dengan beberapa dari mereka, tentu saja karena mereka mengganggu sekali.

"Masuklah, sebentar lagi dimulai." Aku dengar seorang cowok menyambut kami ketika kami masuk ke studio. Huh, aku tidak bercanda saat aku bilang ini gedung penuh dengan cowot 'hot' karena cowok yang baru saja menyambut kami sangat tampan. Aku perhatikan lesung di pipinya setiap kali ia tersenyum, yang otomatis memicu sesuatu dalam diriku untuk tersenyum kembali. Aku duduk disebelah Amy dan menunggu mereka untuk mulai.

"Selamat datang di Victoria High School." Cowok itu membuka acara.

"Namaku Lay, dan aku ketua di dance club. Ini minggu kedua kalian disini dan aku harap minggu lalu berjalan lancar." Lanjut Lay.

"Aku sadar kalian semua mengerti aktivitas club itu wajib dan aku berterimakasih karena sudah datang untuk pendaftaran club. Walaupun demikian, Dance club adalah salah satu Club yang dibatasi membernya, berbeda dengan Club lain, kita akan melaksanakan audisi untuk memilih member yang dapat mengikuti club." Aku menghela napas kaget pada pernyataannya. Audisi? Sial, aku belum menyiapkan apapun.

"Tapi jangan khawatir. Audisi........." Tiba-tiba pintu studio terbuka kasar. Dua cowok masuk, tangan di kantong mereka.

"Maaf aku telat." Kata cowok pertama, cowok yang aku kenal, Kai. Oh tidak, cowok yang menabrakku di koridor. Cowok disebelahnya juga mengangguk pada Lay.

"Maaf." Kata cowok itu. Lay balas mengangguk pada mereka berdua.

"Semuanya, nama mereka Kai dan Sehun. Kai seorang wakil ketua dance club, kelas 2. Yang satu lagi, Sehun, ia juga kelas 2. Member yang aktif di club." Oh, ternyata nama dia Sehun.

"Seperti yang aku katakan, akan ada audisi, tapi untuk hari ini kalian hanya akan menuliskan nama kalian, kami akan membagi kalian menjadi beberapa grup dan kita akan menuliskan kapan audisi akan dilaksanakan." Kata Lay.

"Kurasa itu saja, kalian bisa menuliskan nama kalian saat keluar nanti. Kai, ada yang ingin ditambahkan?" Semua mata sekarang tertuju pada Kai. Kai mengangkat kepalanya dan menatap Lay.

"Kenapa berbicara saat kita bisa dance?" Sehun yang berdiri dibelakang Kai tiba-tiba berbicara. Lay memutar matanya, dengan jelas tahu ini akan datang.

"Oke oke, bisa nyalakan musiknya?" Kata Lay dan aku melihat Kai menyeringai, lalu ia berhigh-five dengan Sehun dan mereka bertiga mengambil posisi di tengah studio.

Bilang mereka bagus sudah dipastikan kebohongan. Mereka luar biasa! Mereka salah satu dari sedikit orang yang hanya bergerak dan membuatmu merasa kau menonton pertunjukan yang layak ditonton. Saat Lay dance, ia dance penuh dengan ekspresi, seakan ia dance seumur hidupnya. Sementara Sehun adalan dancer bertalenta, tidak ada yang bisa membantahnya. Tapi sesuatu dengan Kai dan dancenya sesuatu yang membuat orang-orang masuk, membuatku masuk. Tidak ada yang tahu apa itu, mungkin karena seringainya saat ia dance, atau matanya yang ia sipitkan dan berkedip mengintimidasi orang, atau mungkin gerakan tangannya yang membuat dirimu bereaksi pada gerakannya, aku tidak tahu. Bahkan setelah musik selesai, aku masih bingung apa itu yang membuat Kai dikagumi oleh semua gadis, membuat semua laki-laki di studio berharap mereka adalah dia.

Saat mereka selesai, semua bertepuk tangan. Amy yang duduk disebelahku bertepuk tangan seperti anjing laut yang diikat, kencang sekali.

"Dia 'Hot'" Amy memberitahuku.

"Yang mana?" Tanyaku.

"Kai." Ia tersenyum lebar padaku. Benar, tunggu sampai kau bicara padanya dan kau akan tahu bagaimana 'Hot' emosinya tapi tentu saja aku tidak berkata apa-apa. Ia seniorku, dan mungkin dia punya hari yang buruk karena itu tadi ia dingin dan galak. Aku mencoba berpikir positif sebisaku. Aku memilih tidak merespon Amy dan mengalihkan tatapanku darinya dan menaruh tatapanku kembali ke tiga cowok yang baru saja selesai dance.


Dan aku bersumpah, aku melihat Kai mengeryit padaku.


Orang tuaku tidak pernah dirumah, gak kaget sih. Pulang kerumah tanpa ada orang sudah menjadi rutinitas. Kulempar tasku ke ranjang lalu setelah itu melemparkan diriku sendiri. Tiba-tiba aku mendengar suara hp dalam kantongku, aku mengangkatnya tanpa melihat ID penelepon dan menempelkan di telingaku.

"Hallo." Terdengar suara wanita.

"Ya?" Tanyaku to the point. Aku lelah dan merasa terkuras tenagaku, lebih baik ini sesuatu yang bagus.

"Dimana Violet? Tanya wanita itu.

"Siapa Violet?" Kutanya kembali. Ada apa sih ini?

"Anakku. Kenapa kau mengangkat hp-nya?" Tanya wanita itu lagi. Hp-nya? Violet itu nama orang?

"Violet itu anakmu? Dia itu apa? Pelangi*?" Aku tanya dengan nada mengejek. Aku mencoba mengingat nama teman cewekku, apakah ada yang bernama Violet. Kugelengkan kepala, sepertinya tidak.

"Aww kau memanggil anakku rainbow**? Jangan-jangan kau pacarnya ya?" Tiba-tiba nada wanita itu menjadi baik. Aku mengejek dalam kepalaku pada pertanyaanya, dan Oh aku ingat! Cewek yang aku tabrak di koridor! Ini pasti hp-nya, oh sial, dan pastinya hp-ku ada padanya. Tapi kalau diingat lagi, cewek itu kasar. Hmm, mungkin lebih baik kuberi pelajaran dia, untuk memberitahunya siapa bossnya disini.

"Ahh, Ya benar." Kujawab lambat dengan seringai di wajahku.

"Aku tahu itu, akhirnya ia menemukan seorang pacar, Dimana dia? Apa dia bersamamu?" Tanya eommanya.

"Ya, dia disini, di toilet. Sebentar, akan kupanggilkan."Aku menyeringai lebih lebar, memikirkan ia akan mendapatkan masalah besar jika aku lakukan ini. Pikiran itu membuatku senang.

"Baby, apa kau sudah selesai memakai bajumu? Eommamu menelepon." Aku bisa mendengar eommanya menghela napas kaget di seberang sana, dan suara yang aku dengar selanjutnya suara 'beep'. Dia menutup telephonenya, hah!



Violet, ini akan memberimu pelajaran.



*Pelangi = Rainbow
**Kata pelangi disini akan aku ganti dengan Rainbow, karena terdengar lebih bagus.


Violet

Aku sedang mengerjakan PR IPA-ku saat aku dengar bunyi telephone rumah. Aku berdiri, dan berjalan ke ruang baca, yang ada di sebelah kamarku.

"Hallo?" Kataku.

"Yahhh apa ini Violet Lee?!" Seorang wanita berteriak dan aku langsung tahu itu Mom.

"Mom, tidak perlu berteriak bisa ga sih?" Balasku.

"Kamu sedang apa?!" Ia masih berteriak padaku.

"Mengerjakan PR. Mom, ada apa?" Tanyaku.

"Mengerjakan PR? Jangan coba-coba berbohong padaku! Dimana kamu?" Mom menghujaniku dengan pertanyaan.

"Mom, pake logika deh. Kau menelepon ke telephone rumah, tentu saja aku dirumah." Jawabku.

"Apa ada cowok bersamamu?" Dengan cepat Mom bertanya lagi. Sekarang ini absurd.

"Hah?? Tidak, aku sendiri!" Sekarang giliranku yang berteriak.

"Kau berbohong padaku Violet, karena tadi aku menelepon hp-mu dan seorang cowok mengangkatnya." Jelas Mom.

"Tunggu, hp-ku? Terakhir kali aku lihat hp-ku saat aku dalam perjalanan pulang kerumah dan hp itu mati, mom. Kurasa baterai'a habis. Dan aku juga tidak ingat aku sudah mengisi baterainya, jadi aku yakin hp itu masih ada di tasku. Mom yakin tidak salah nomor?" Kutanya Mom, mencoba menjadi yang yang berkepala dingin. Mom diam beberapa saat.

"Aku akan bertanya pada pembantu besok apa kau ada dirumah malam ini. Kau lebih baik hati-hati, Violet." Ancam Mom. Kuputar mataku.

"Iya, Mom. Tanyalah. Goodnight." Ku langsung berlari ke kamarku. Kubuka tas sekolahku, mengambil hp dan mengisi baterainya segera. Setelah beberapa saat menunggu, ku nyalakan hp itu.

Sial, ini bukan hp-ku.

Kututup mata dan tiba-tiba merasa lelah ketika aku ingat 'kecelakaan' tadi di sekolah. Hp ini pasti punya Kai. Ia mengambil hp yang salah. Dan apa yang ia katakan pada Mom yang membuat ia berpikir aku bersama si brengsek Kai itu?

Salahkan aku jika aku terlalu banyak membaca novel atau film, tapi bukankah saat cowok tidak sengaja mengambil barangku ia akan datang kerumah, membawakan barangku dan lalu aku akan merasa
berterima kasih padanya? Well, jika ini film, mungkin itu akan terjadi.


Chapter 2, Enjoy! Comment sangat ditunggu :)
Senin, 06 Juli 2015

FF Kai EXO "Ludos" Chapter 1

Title : Ludos (Chapter 1)
Author : thebaroness
Main Cast : Kai, You
Other Cast : Kris, EXO
Genre : Fluff, Hurt

Rating : Teen
credit : http://www.asianfanfics.com/story/view/659609/ludos-drama-fluff-highschool-exo-kai-teenlove
Chapter 1

Dedikasi,
Untuk semua gadis yang sedang menyukai seseorang.
menghabiskan waktu memandanginya,
bertanya-tanya apakah ia tahu

dan suatu hari menangkap ia menatap balik.........



"Violet, apa kau sudah selesai? Cepat, yang lain sudah di gym." Kimberly memanggil sahabatnya yang masih berganti baju ke baju olahraga di ruang ganti.

"Sebentar!" Balas Violet. Kimberly menghembuskan napas, tidak tahu apa yang membuatnya lama sekali. Mungkin Violet hanya ingin terlihat cantik, secara ini minggu pertama mereka di SMK. Melihat cewe senior mereka yang menakutkan dan cantik dalam waktu bersamaan. Dan tidak lupa senior cowok yang lebih gagah daripada teman mereka yang sebaya.

"Aku selesai!" Kata Violet saat ia membuka pintu, hanya untuk menemukan Kimberly berdiri disana, memutarkan mata padanya.

"Dimana Amy?" Tanya Violet karena ia tidak melihat orang lain dalam ruang ganti.

"Dia sudah duluan, Ayo." Jawab Kimberly dan mereka pergi ke gym.

"Okay, bagi menjadi dua tim. Kita akan bermain netball hari ini." Guru olahraga berteriak ke mereka. Violet tersenyum, ia selalu bagus dalam netball. Tidak, ia pemain netball di SMP. Ia tidak bagus, ia mengagumkan dalam netball. Kimberly langsung berlari ke Violet, karena jelas semua orang ingin dalam satu tim yang diperkirakan akan menang.

"Aku akan memimpin tim lain!" Amy teriak ke Violet, Violet mengangguk. Amy sama seperti violet, pemain netball yang bagus dan mereka satu tim di SMP. Kimberly seorang dari mereka bertiga yang tidak bagus dalam olahraga. Jika ada satu hal dimana Kimberly bagus, itu pelajaran. Ia mengungguli mereka.

Saat guru olahraga meniup peluit, Amy bersumpah ia melihat Violet menyeringai padanya. Amy menempati posisi 'tengah' sementara Violet di posisi 'serangan'. Para cewek mulai berlarian di lapangan, menserving atau menerima bola satu sama lain. Yup, permainan yang bagus. Ketika Violet mendapat bola, ia membalikkan badannya tapi tetap hati-hati dalam langkahnya, sasarannya pada net dan saat baru saja akan memukul bola, ia merasakan bola lain datang lurus ke pundaknya. Ia kehilangan keseimbangan karena bola itu datang sangat cepat, ia jatuh, mengernyit kesakitan. Sakit pertama datang di pundaknya, dan selanjutnya pada pantatnya.

"Ouch!" Violet mengernyit. Semua orang kaget.

"Oh, maafkan aku!" Ia mendengar suara cowok dari seberang gimnasium. Ia juga mendengar langkah kaki datang ke arah Violet tapi ia tidak perduli untuk mengangkat kepalanya untuk melihat ke cowok itu.

"Maaf,aku sungguh tidak bermaksud!" Cowok itu mengatakan kembali saat ia sampai di depan Violet. Cowok itu membungkuk menyamai Violet. Violet memutuskan untuk melihat ke arah pelempar dan mengingatkan dirinya beberapa kali untuk tidak meninjunya ketika Violet melihatnya. Violet mengangkat kepalanya, dan berhenti saat mata Violet bertemu dengan mata cowok itu.

Jika ia berkata ia melihat malaikat ia akan terlalu berlebihan tapi itulah apa yang ia lihat. Ia mengunci matanya dengan dia, dan tak dapat berkata apa-apa. Ia tahu semua orang sedang datang ke arahnya, untuk melihat apakah ia baik-baik saja tapi ia tidak dapat mengalihkan matanya dari cowok itu. Mata yang gemerlap itu sangat indah sampai ia hampir mengira cowok itu operasi plastik, hidung mancungnya sangat pas pada wajah halusnya. Garis tajam rahangnya membuat ia terlihat sangat gagah, maskulin, dan bibir menariknya membuat ia akan sangat bersyukur untuk menciumnya. Ia berkedip lagi. Ia yakin bola tadi itu mengenai pundak, bukan kepala. Jadi tidak mungkin ia gegar otak dan berhalusinasi. Ini nyata, cowok itu nyata

Ketika ia merasa sentuhan di pundak, barulah Violet kembali dari mimpinya.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Amy. Violet mengumpulkan keberanian untuk mengalihkan pandangannya dari cowok itu dan mengangguk ke Amy.

"Ya, aku baik-baik saja." Ia menggangguk kepalanya pada Amy lalu Amy membantunya berdiri dari tanah. Cowok itu mengikuti.

"Violet Lee, kau baik-baik saja?" Guru olahraga bertanya. Violet mengangguk dan guru itu meniupkan kembali peluitnya dan menyuruh anak-anak untuk bubar.

"Dengar, aku sungguh minta maaf. Itu kecelakaan. Aku harap kau tidak terluka." Cowok itu minta maaf lagi.

"Ga papa, jangan khawatir. Aku sudah terbiasa" Violet tersenyum. Cowok itu balas tersenyum padanya, lega karena Violet sekarang berbicara padanya. Ia takut Violet akan membencinya, atau mungkin berpikir ia seorang brengsek.

"Kau terbiasa terkena pukulan bola?" Cowok itu bertanya lagi sambil mengangkat alisnya. Violet tertawa kecil, begitu juga cowok itu.

"Tidak, maksudku, aku terbiasa dengan bola, secara aku pemain netball. Satu pukulan dari bola tidak akan membunuhku." Kata Violet. Cowok itu mengangguk mendengar penjelasannya sambil tersenyum. Hampir tiba-tiba, senyumnya menghilang dan digantikan dengan kerutan di dahinya.

"Tetap saja, itu tidak menghilangkan rasa tidak enakku. Aku benar-benar minta maaf." Kata cowok itu lagi.

"Sudah kubilang, itu bukan masalah." Balas Violet.

Sabtu, 04 Juli 2015

FF Kai EXO "Ludos" Teaser

Title : Ludos
Author : thebaroness
Main Cast : Kai, You
Other Cast : Kris, EXO
Genre : Fluff, Hurt
Rating : Teen


(John Lee, seorang psikologis menjelaskan perbedaan Cinta di dalam bukunya yang berjudul The Colours of Love.
Seperti warna yang hanya mempunyai tiga warna utama, begitupun juga Cinta.

Yang Pertama disebut Eros, cinta yang sangat romantis dan bergairah.
Kedua adalah Storge, cinta pertemanan yang tumbuh seiring waktu berlalu.


Dan Ketiga, Cinta yang diketahui bernama Ludos, Cinta yang dimainkan layaknya permainan.
Dan dengan itu, cerita mereka dimulai.)


Her : Karena saat sahabatmu menghianatimu, satu-satunya cara untuk membalas hanyalah membuat orang yang ia sukai menjadi pacarmu.


Him : Karena saat kau menjadi playboy terkenal di sekolahmu, satu-satunya cara untuk tetap pertahankan reputasimu hanyalah membuat junior yang ditargetkan menjadi pacarmu.


Them : Dan kalau ini belum terlalu jelas, mereka mulai jatuh cinta satu sama lain, terlalu dalam.


Saat ia menanyakanku untuk menjadi pacarnya, aku mengetahui permainan yang ia mainkan.
Saat ia berkata "Ya", aku sadar ada permainan lain yang ia mainkan.
Mereka berdua paham mereka tidak saling cinta, mereka mengerti resikonya.
Mereka berdua sadar mungkin ini akan berakhir dalam kekacauan.

Mereka tahu, hanya saja mereka tidak perduli.


“Jika ia berkata ia melihat malaikat ia akan terlalu berlebihan tapi itulah apa yang ia lihat, atau paling tidak itu yang ia pikirkan. Ia mengunci matanya dengan dia, dan tak dapat berkata apa-apa. Mata yang berkilap sangat indah sampai ia hampir mengira ia operasi plastik, hidung mancungnya sangat pas pada wajah halusnya. Garis tajam rahangnya membuat ia terlihat sangat gagah, maskulin, dan bibir menariknya membuat ia akan sangat bersyukur untuk menciumnya."


“Jika aku berkata ia tidak memikatnya sama sekali, aku pasti berbohong.
Khususnya saat sekarang, dimana hanya ada kegelapan dan kami berdua disini, semua hormonku berteriak padaku untuk menerkamnya. Kami duduk sangat dekat dan menatap mata satu sama lain, hitam ke cokelat. Aku hanya bisa melihat setengah dari wajahnya dimana cahaya bulan mendarat dengan sempurna, sementara setengah wajahnya tertutup kegelapan.”

“Jika aku membiarkanmu, janjikan satu hal padaku”
“Apa itu?”
Jangan mematahkan apapun

Hy, Guys! Ini FF yang aku temuin di asianfanfic.com. Sumpah keren abizz!
Karena kerennya iitu, aku minta izin ke authornya bwt aku translated ke Indonesia.
Dan untuk Exo-L yg suka bgt sm Kai ga bakal nyesel baca nii FF.

Sekali lagi, INI FF KEREN ABIZZZ!

Makasih bwt reader yg mau nyempetin waktu bwt baca ni FF :)
Aku usahain updated terus tiap minggu or bulan :D
Dan comment nya please!! Comment kalian itu pembangkit semangatku untuk terus upated.
Don't be silent readers, okay guys? *wink

Sekian dan terimakasih. Kita akan berjumpa lagi di Liput*n 6 Petang ini. Ehhh, mksd'a chapter berikut'a :v